Asalamualaikum
Wednesday, 4 December 2013
Kisah Ibu Tua
Pilu rasa hati ini...
Ketika kumelihat wajah sedih seorang ibu tua...
Yang ditinggalkan sendiri, sepi tiada sesiapa disisi
untuk menemani di kala sakit dan duka...
pada siapa tempat mengadu...cuma mengharapbelas dan ikhsan hanya dari jiran tetangga...
Yang masing-masing punya tanggungjawab segala...
Kasihan ibu tua...bergenang air mata...ketika
menceritakan kisah duka tentang dirinya...
kematian suami dan di tinggalkan anak tercinta...
Yang menghilangkan diri entah kemana...
yang tinggal kini hanya sisa-sisa usia...
yang semakin hampir ke penghujungnya...
kisah sedih dan duka...seorang ibu tua...
liz ~~~24/9/2011...Cmbodia...
Ketika kumelihat wajah sedih seorang ibu tua...
Yang ditinggalkan sendiri, sepi tiada sesiapa disisi
untuk menemani di kala sakit dan duka...
pada siapa tempat mengadu...cuma mengharapbelas dan ikhsan hanya dari jiran tetangga...
Yang masing-masing punya tanggungjawab segala...
Kasihan ibu tua...bergenang air mata...ketika
menceritakan kisah duka tentang dirinya...
kematian suami dan di tinggalkan anak tercinta...
Yang menghilangkan diri entah kemana...
yang tinggal kini hanya sisa-sisa usia...
yang semakin hampir ke penghujungnya...
kisah sedih dan duka...seorang ibu tua...
liz ~~~24/9/2011...Cmbodia...
Kehilangan Sayang
Meniti perjalanan itu
Yang berliku-liku
Lantas memeningkan aku
Dengan susunan bicara bisu
Jejak-jejak yang kau tinggalkan
Pada liku-liku tajam
Masih segar di ingatan
Sering membuat mindaku tercabar
Aduhai...
Terdiam aku tika menyahut sepi
Mendakap rindu di dalam mimpi
Tak akan kubiar kasih membakar diri
Aku...hanya aku
Tak kisahlah apa nama
Yang kau berikan padaku
Dan gelaran yang kau kalungkan
Buat diriku
Di sini...
Sering kau hidangkan
Kemesraan yang tawar dan hambar
Senyuman kepura-puraan
Pahit bagai hempedu
Biarlah...
Kesabaran mengikuti
Jejak-jejak langkah matiku
Menghiris berdarah...memanah hati
Akhirnya...aku mencari jalan pulang
Pada suatu perjalanan yang panjang
Di suatu senja yang hilang
Aku kehilangan sayang.
Liz~~~31/1/2012```
Yang berliku-liku
Lantas memeningkan aku
Dengan susunan bicara bisu
Jejak-jejak yang kau tinggalkan
Pada liku-liku tajam
Masih segar di ingatan
Sering membuat mindaku tercabar
Aduhai...
Terdiam aku tika menyahut sepi
Mendakap rindu di dalam mimpi
Tak akan kubiar kasih membakar diri
Aku...hanya aku
Tak kisahlah apa nama
Yang kau berikan padaku
Dan gelaran yang kau kalungkan
Buat diriku
Di sini...
Sering kau hidangkan
Kemesraan yang tawar dan hambar
Senyuman kepura-puraan
Pahit bagai hempedu
Biarlah...
Kesabaran mengikuti
Jejak-jejak langkah matiku
Menghiris berdarah...memanah hati
Akhirnya...aku mencari jalan pulang
Pada suatu perjalanan yang panjang
Di suatu senja yang hilang
Aku kehilangan sayang.
Liz~~~31/1/2012```
Berkata-kata
Tuhan...betapa penghijrahan ini
Menguji segala tabah dan sabarku
Kerana ia hijrah segalanya
Tinggallah segala sifat
Yang dilihat lemah dari sahsiah diri
Bagai anjung di lautan
Tak ternilai khazanahnya
Teman...
Jika terlalu banyak berkata-kata
Kadang bisa menghilangkan makna
Yang tersirat di dalamnya
Bait pada kata-kata kadangkala
terlalu indah untuk di sampaikan
Apabila ia mengenai hati dan jiwa
Aduhai...
Apalah yang ada pada kata bicara
Jika ianya sekadar manis
Di bibir sahaja
Tanpa memberi sebarang makna
Padaku...
Tiada yang paling berhemah
Lebih baik diam dari berkata-kata
Walaupun sebak bersarang di dada
Meronta-ronta untuk meluahkan segala
Oh Tuhan...
Lemahkah aku?
Jika memilih untuk berdiam?
Sedangkan bisu itu
Tidak sepatutnya sebagai petanda
Pada suatu kelemahan diri
Liz~~~1/2/2012```
Menguji segala tabah dan sabarku
Kerana ia hijrah segalanya
Tinggallah segala sifat
Yang dilihat lemah dari sahsiah diri
Bagai anjung di lautan
Tak ternilai khazanahnya
Teman...
Jika terlalu banyak berkata-kata
Kadang bisa menghilangkan makna
Yang tersirat di dalamnya
Bait pada kata-kata kadangkala
terlalu indah untuk di sampaikan
Apabila ia mengenai hati dan jiwa
Aduhai...
Apalah yang ada pada kata bicara
Jika ianya sekadar manis
Di bibir sahaja
Tanpa memberi sebarang makna
Padaku...
Tiada yang paling berhemah
Lebih baik diam dari berkata-kata
Walaupun sebak bersarang di dada
Meronta-ronta untuk meluahkan segala
Oh Tuhan...
Lemahkah aku?
Jika memilih untuk berdiam?
Sedangkan bisu itu
Tidak sepatutnya sebagai petanda
Pada suatu kelemahan diri
Liz~~~1/2/2012```
Milik Siapa
Di kepekatan malam
Terdengar nyaring suara cengkerik
Berlagu-lagu di malam sepi
Aku bersendiri
Minda masih tajam
Menikam-nikam persoalan
Yang makin memburu tanpa jawapan
Tenang yang dicari
Namun badai yang membalas kembali
Dalam lenaku yang panjang
Di peraduan yang usang
Aku termangu tanpa jawapan
Di kamar yang bertemankan gelap gelita
Tiba-tiba sebutir Nur menerangi segalanya
Sungguh indah...aku terkesima
Kedengaran laungan suatu suara
Menjawab dan membuka simpul mati
Pada persoalan yang kucari
Wahai manusia!
Jasadmu milik tujuh kaki di bawah tanah
Dan temanmu adalah liang lahad
Engkau sebenarnya adalah rohmu
Pemilik abadinya ialah Azza wa Jalla
Allah Yang Maha Berkuasa
Dan Maha Mencipta
Terpadam Nur
Menghilang suara
Namun...terjawab sudah
Apa yang dicari
Surutlah gelora di hati dan minda
Apa yang kuterima adalah hikmah
Syukur tak terhingga
Ya Allah...berkatilah diri ini
Terangilah hati ini
Dengan sinar Nur dan hidayahMu
TanpaMu... siapalah aku
Allah...Kaulah Pemilik segalanya
Liz~~~2/2/2012```
Terdengar nyaring suara cengkerik
Berlagu-lagu di malam sepi
Aku bersendiri
Minda masih tajam
Menikam-nikam persoalan
Yang makin memburu tanpa jawapan
Tenang yang dicari
Namun badai yang membalas kembali
Dalam lenaku yang panjang
Di peraduan yang usang
Aku termangu tanpa jawapan
Di kamar yang bertemankan gelap gelita
Tiba-tiba sebutir Nur menerangi segalanya
Sungguh indah...aku terkesima
Kedengaran laungan suatu suara
Menjawab dan membuka simpul mati
Pada persoalan yang kucari
Wahai manusia!
Jasadmu milik tujuh kaki di bawah tanah
Dan temanmu adalah liang lahad
Engkau sebenarnya adalah rohmu
Pemilik abadinya ialah Azza wa Jalla
Allah Yang Maha Berkuasa
Dan Maha Mencipta
Terpadam Nur
Menghilang suara
Namun...terjawab sudah
Apa yang dicari
Surutlah gelora di hati dan minda
Apa yang kuterima adalah hikmah
Syukur tak terhingga
Ya Allah...berkatilah diri ini
Terangilah hati ini
Dengan sinar Nur dan hidayahMu
TanpaMu... siapalah aku
Allah...Kaulah Pemilik segalanya
Liz~~~2/2/2012```
Berpisah Dan Bertemu
Di sini kita berpisah
Dan bertemu kembali
Sedekad sudah
Tak banyak yang berbeza
Kau masih seperti dahulu
Dan aku masih tetap serupa
Di taman ini
Kusaksikan bunga-bunganya
Tak pernah kembang
Daun-daunnya tak pernah hijau
Kering dan kelayuan
Taman ini cuma dihiasi
Sekadar beberapa tunggul tua
Rama-rama dan kumbang
Sudah berhijrah entah ke mana
Cengkerik sudah lama membisu
Burung-burung pun tak sudi lagi menjengah
Taman ini terbiar usang
Tak pernah dijaga
Yang tinggal hanya tunggul-tunggul kayu
Matahari pun menjadi terbias
Hujan tak berani singgah
Dan angin menjadi terlalu sunyi
Kerana tak berteman bicara
Di sini kita berpisah
Dan bertemu kembali
Sedekad sudah
Tak banyak kata bicara
Yang dilontarkan
Biarpun tersimpan banyak cerita
Kau masih seperti bulan malam itu
Berundur sewaktu kudatang
Bersama sinar siang matahariku
Dengan secalit catatan sejarah luka
Liz~~~3/2/2012```
Salam Dari Kejauhan
Dari jauh kutititpkan
Ucapan selamat tinggal
Buat dirimu tanah airku
Yang membebaskan
Aku daripada ikatan silam
Sudah sekian lama
Kuberusaha menghapuskan
Kenangan dari papan kehidupan
Kelmarin...tak pernah berakhir
Betapapun menara hati ini
Berdiri megah di dataran
Di bawahnya tertimbun
Calit-calit sejarah luka
Hari ini tak pasti datang
Masa depan sudah lama berlalu
Di sudut kecil ini
Tinggallah segala
Dari jauh
Kukirimkan bahasa rindu
Buat dirimu tanah airku
Dalam sampul angin
Semoga kau berbahagia
Buat selamanya
Liz~~~4/2/2012```
Subscribe to:
Posts (Atom)