Asalamualaikum

Asalamualaikum

Wednesday, 4 December 2013

PETANI

Dari pintu sawah yang kontang
seorang anak tani melempar hatinya
jauh kedada senja yang bimbang
warna senja itu warna hatinya

Senja pun semakin larut
berbalam...lalu kelam
malam membalutnya
bersama misteri alam
sesama menyusur malam yang gulita
pun mengharapkan esoknya
siang pastikan menjelang

Siang menghadirkan diri
mewarnai kehidupan petani
bertongkah arus beralih zaman

Tiada lagi kerbau di sawah
tiada lagi sepat dan puyu
melata di kali
tiada lagi kemeriahan petani
bergotong royong mengerjakan sawah
semuanya di bayangi kenangan

Kini...semuanya tiada lagi
sunyi dan sepi
sesepi hati anak tani
 
Liz~~~27/11/2011

AKU

Puisi-puisiku adalah catatan
perjalanan seorang pengembara
yang hadir hanya untuk seketika
yang bakal pulang menemui khaliqnya

Dalam ketenangan tasik diri
dalam kedamaian jiwa
kubisikan lagi taat setia
moga...perjalananku dilimpahi
restu dariNya

Ya Rabbi
Bagai terdengar sahutan itu
dalam diriku...kudus...
sekudus fikiranku dan keimananku
yang mengakui kabesaranMu
yang merindui syafaatMu

Aku berjalan dalam kabus
mencari keredhaanMu
yang tidak kelihatan pada nyata
namun... hatiku pasti... mengatakan
Engkau ada
 
Liz~~~25/11/2011...

INSAN

Dari kamarku yang sempit
kulepaskan pandangan
dari jendela mata dan hati
kurenung awan mendung
yang menangis

Melihat insan yang semakin sakit
mencari kebahagiaan diri
melihat insan yang semakin nanar
mewarnai corak kehidupan sendiri

Semakin hanyut dengan warna warni
dunia
tanpa mengira dosa dan pahala
hanya difikiran suka dan bahagia

Apakah itu panorama hidup yang hakiki ?
manusia sudah lebur dengan iktikad
dan budi ?
dunia sudah hancur dengan segala
yang suci ?

Insan...bangunlah dari mimpi
kembalikan keyakinan diri
rentasilah onar dan duri
kau masih belum terlambat
untuk bermunajat dan bertaubat
 
Liz~~~24/11/2011...

Pantun Berkait

Redup ini amatlah nikmat
Kerana rimbunnya si pohon jati
Hidup ini amatlah singkat
Sekali hidup biar bererti

Kerana rimbunnya si pohon jati
Tempat burung sering bertemu
Sekali hidup biar bererti
Isikan akal dengan ilmu

Tempat burung sering bertemu
Untuk menghabiskan waktu siangnya
Isilah akal dengan ilmu
Ilmu itu tiada habisnya

Untuk menghabiskan waktu siangnya
Sebelum bermalam di dalam hutan
Ilmu itu tiada habisnya
Ibarat saujana air di lautan
 
Liz~~~22/11/2011     

COMEL KU

Aduh...nakal sungguh si comel
semakin hari semakin petah berbicara
dengan keletahnya yang lucu
dan manja...dan...kadang-kadang
membuat aku tertawa

Si comelku..kini sudah pandai bergaya
setiap hari ada saja aksinya
kadang-kadang ketawa...kadangkala
menangis kerana tak dituruti kehendaknya

Geram aku melihatnya
kadang-kadang kucubit pipinya
sehingga menangis
lantas...dia mengadu kepada ibunya
aku hanya tertawa
 
Liz~~~18/11/2011

Pantun

Duduk sendiri sambil termenung
Hati gundah resah gelisah
Malam ini kita berkampung
Esok hari kita berpisah

Dari Bota hendak ke Kelang
Singgah mari di Bota Kiri
Kalau di beri umur yang panjang
InsyaAllah kita bertemu lagi
 
Liz~~~18/11/2011...

ANGIN

Duhai angin sampaikan salam
rinduku padanya
rinduku buat seorang perantau
yang kini entah di mana

Duhai perantau bagaimana khabarmu
di sana?
engkau pergi sehingga kini
tiada sebarang khabar berita

Masihkah engkau mengingatiku
di sini?
seorang perindu di muara sepi?

Kumasih setia di sini
menanti dan terus menanti
kuyakin kau pastikan kembali
walaupun di suatu hari nanti
muara sepi sudah tiada lagi
 
Liz~~~17/11/2011